Rabu, 4 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
agoodportfolio.comagoodportfolio.com
agoodportfolio.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Pulang Kerja Larut, Freelancer Sering Abai Tiga Ha...

Pulang Kerja Larut, Freelancer Sering Abai Tiga Hal Kecil Ini

Sebagai freelancer, jam kerja nggak kenal waktu. Tapi tiga kebiasaan kecil ini yang sering gue abaikan justru bikin badan drop pelan-pelan.

Pulang Kerja Larut, Freelancer Sering Abai Tiga Hal Kecil Ini

Jam sebelas malam, gue masih di depan laptop. Deadline besok pagi, klien minta revisi, dan kopi ketiga udah habis. Ini bukan sekali dua kali. Sebagai freelancer, gue udah lama hidup dengan ritme kayak gini — kerja nggak kenal jam, makan kalau inget, dan tidur kalau badan udah nggak bisa diajak kompromi lagi.

Yang bikin gue sadar sesuatu harus berubah bukan karena artikel kesehatan yang gue baca. Tapi karena suatu pagi gue bangun dengan badan pegal semua, kepala berat, dan tangan gemetar pas mau buka laptop. Gue kira cuma kurang tidur. Ternyata masalahnya lebih dari itu.

Baca juga: Pulang Kerja Naik Bus, Kebiasaan Kecil yang Menyelamatkan Pensiunku

Gue Kira Remeh, Ternyata Numpuk

Freelancer itu kerja sendirian. Nggak ada rekan kantor yang ngasih tahu kalau kita keliatan pucat, nggak ada atasan yang nyuruh istirahat. Semua tanggung jawab ke diri sendiri, dan jujur aja — gue sering gagal di bagian itu.

Ada tiga hal kecil yang gue anggap sepele selama bertahun-tahun. Pertama, gue sering banget skip sarapan karena mikir "nanti aja makan siang sekalian". Kedua, gue duduk berjam-jam tanpa berdiri, kecuali buat ke kamar mandi atau ambil air minum. Ketiga, gue minum kopi kayak minum air putih — tanpa mikir efeknya.

Ketiganya keliatan nggak berbahaya. Tapi pas digabung dan dijalanin tiap hari selama berbulan-bulan, hasilnya ya badan gue yang protes.

Sarapan yang Gue Skip Bertahun-tahun

Gue dulu mikir sarapan itu buang-buang waktu. Pagi-pagi energi masih penuh, jadi mending langsung kerja. Tapi yang gue nggak sadar, sekitar jam sepuluh energi gue drop drastis. Fokus buyar, gue jadi gampang emosi, dan kerjaan yang harusnya selesai satu jam jadi molor dua jam.

Pas gue coba sarapan sederhana — telur rebus, roti, atau pisang — perubahannya kerasa banget. Bukan langsung jadi super produktif, tapi setidaknya gue nggak lagi ngantuk jam sepuluh pagi. Simpel, tapi efeknya nyata.

Badan itu kayak klien yang sabar. Dia nggak protes di awal, tapi kalau diabaikan terus, suatu saat dia bakal nagih semua sekaligus.

Duduk Terus Itu Diam-diam Bikin Rusak

Ini yang paling gue sesalin. Freelancer itu ya kerjaannya duduk. Ngetik, ngedit, meeting online, semuanya sambil duduk. Gue pernah satu hari penuh duduk dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore, cuma berdiri buat ke dapur dan kamar mandi.

Efeknya bukan cuma pegal. Punggung gue mulai sakit, terutama bagian bawah. Leher kaku. Kadang gue ngerasa pusing padahal nggak sakit apa-apa. Ternyata duduk terlalu lama bikin aliran darah nggak lancar, dan itu pengaruh ke hampir semua bagian tubuh.

Solusi yang gue coba sederhana banget: berdiri tiap 45 menit. Nggak perlu olahraga berat, cukup berdiri, jalan ke jendela, atau stretching sebentar. Awalnya gue harus pasang alarm karena sering lupa. Tapi lama-lama jadi kebiasaan, dan sakit punggung gue berkurang jauh.

Kopi Bukan Pengganti Air

Ini kebiasaan yang paling susah gue lepas. Gue suka kopi. Bukan cuma buat nahan ngantuk, tapi juga karena rasanya enak dan jadi semacam ritual sebelum mulai kerja. Masalahnya, gue minum kopi jauh lebih banyak daripada minum air putih.

Suatu hari gue sadar kulit gue kering, kepala sering pusing, dan urine warnanya gelap. Gue kira itu tanda-tanda penyakit serius. Pas gue cek, ternyata gue cuma dehidrasi. Kopi itu diuretik — bikin kita lebih sering pipis — jadi kalau nggak diimbangi air, badan kita kekurangan cairan.

Sekarang gue bikin aturan sendiri: satu cangkir kopi, satu gelas air. Kedengeran sepele, tapi ini bikin gue sadar betapa sedikitnya air yang gue minum selama ini. Dan efeknya ke badan lumayan — kepala lebih ringan, fokus lebih stabil.

Yang Gue Pelajari dari Semua Ini

Nggak ada satu momen dramatis yang bikin gue berubah total. Perubahannya pelan-pelan, dan sering gagal juga. Kadang gue masih skip sarapan kalau lagi buru-buru. Kadang masih lupa berdiri dari laptop. Tapi yang penting, sekarang gue sadar — dan kesadaran itu sendiri udah setengah jalan.

Buat kamu yang juga freelancer atau kerja mandiri, gue cuma mau bilang satu hal: nggak ada yang bakal ngingetin kamu selain diri sendiri. Nggak ada HRD yang ngasih cuti sakit, nggak ada kantin yang nyiapin makan siang. Semua harus kamu atur sendiri.

Dan biasanya yang paling sering diabaikan justru hal-hal kecil: makan tepat waktu, minum air yang cukup, berdiri sesekali. Bukan hal besar yang bikin badan kita rusak pelan-pelan — tapi kebiasaan kecil yang kita ulang tiap hari tanpa mikir.

Kalau kamu ngerasa badan mulai sering drop, coba cek dulu kebiasaan kecilmu. Mungkin jawabannya nggak jauh-jauh dari meja kerjamu sendiri.

Tags: kesehatan freelancer kebiasaan kecil work from home kesehatan sehari-hari produktivitas